Memperingati Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 233 tahun 2017, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi mengadakan Rapat Paripurna Istimewa yang dilaksanakan di Balai Sidang Bung Hatta Bukittinggi, Jum’at (22/12).

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Beni Yusrial didampingi oleh Wakil Ketua Trismon dan Yontrimansyah yang dihadiri oleh Gubernur Sumbar yang diwakili oleh staf ahli bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Setdaprov.Sumbar, Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi, Forkopimda, anggota DPRD, kepala SKPD, tokoh masyarakat, perantau Bukittinggi dari berbagai daerah dan ribuan undangan lainnya.

Ketua DPRD Beni Yusrial dalam pidato pembukaannya menyampaikan bahwa, memperingati Hari Jadi Kota disamping mewujudkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT untuk kota Bukittinggi yang telah berumur 233 tahun dan mengenang lahirnya Kota Bukittinggi juga sekligus sebagai introspeksi diri apa yang sudah diberikan untuk kota Bukittinggi dan masyarakatnya.

“DPRD siap mendukung pemerintah untuk membentuk payung hukum. Selain itu, kami bersama pemerintah pun akan berinovasi dan bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepan. Selamat hari jadi kota ke 233,” ujarnya.

Dalam rapat paripurna istimewa ini, Ketua Komisi I DPRD Bukittinggi, M. Nur idris, membacakan kronologis ditetapkannya 22 Desember sebagai Hari Jadi Kota Bukittinggi. Penetapan itu secara resmi dilaksanakan dalam rapat paripurna pada tanggal 22 Desember 1988 dan Bukittinggi pun lahir sejak 1784. Untuk itu, pada tahun 2017 ini, Bukittinggi telah berusia 233 tahun.

Marsekal Pertama (Purn) Fakhrizal Basyir, mewakili tokoh masyarakat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemerintah Daerah bersama DPRD selama ini untuk Kota Bukittinggi. kota ini ters berkembang untuk menuju arah yang lebih baik dan berupaya mrlayani masyarakat agar kesejhateraan dapat terus ditingkatkan.

“Kami mengetahui dalam satu tahun terakhir ini, banyak cobaan yang dilalui dalam pembangunan kota ini. Namun upaya Pemda dan DPRD patut diapresiasi dalam melakukan gerak cepat untuk memulihkan kondisi yang ada”, ujarnya

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan Hari Jadi Kota Bukittinggi ke 233 menjadi momentum evaluasi diri untuk dapat terus maju di tahun yang akan datang. Pemerintah bersama DPRD akan terus berbuat untuk masyarakat, baik itu dalam pembangunan fisik maupun mental dan spiritual.

“Kota ini akan terus didesain agar lebih cantik dan dijadikan kota pedestrian yang nyaman untuk dikunjungi. Untuk kesejahteraan masyarakat, juga diupayakan menjadikan BPR Jam Gadang sebagai BUMD sehingga dapat membantu masyarakat terutama para pedagang. Termasuk menambah debit air, agar kebutuhan dapat dipenuhi, ” jelasnya.

Paripurna sempat terdiam, saat Walikota dalam sambutannya meminta maaf kepada masyarakat jika terdapat kesalahan selama masa kepemimpinannya bersama Irwandi Dt. Batujuah sebagai Wakil Walikota.

“Kami atas nama pribadi dan pemerintah daerah meminta maaf atas kesalahan dan meminta dukungan seluruh pihak terutama masyarakat, untuk dapat memajukan kota yang kita cintai ini. Dirgahayu Bukittinggi ke 233,” ucapnya haru.

Sementara itu, staf ahli bidang pembangunan dan kemasyarakatan, Jefrinal Arifin membacakan sambutan gubernur yang menyampaikan selamat hari jadi kepada pemerintah dan masyarakat Bukittinggi ke 233.

“Semoga semakin berkembang dan masyarakatnya sejahtera. Kita harus dapat belajar dari keberhasilan dan kegagalan yang telah dihadapi. Kita harus dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya oembangunan dan potenai yang dimiliki untuk tugas pembangunan sekaligus kesiapan daerah untuk menuju smart city dalam era globalisasi. Bukittinggi kota harapan yang secara tidak langsung membawa nama baik untuk provinsi Sumatera Barat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga Walikota Ramlan Nurmatias juga memberikan penghargaan kepada lima orang tokoh sebagai ucapan terima kasih Pemko yang tak terhingga atas jasa mereka dimasa lampau  yang telah berjasa di Kota Bukittinggi yang diterima oleh pihak keluarga, masing – masingnya adalah Syekh Muhammad Jamil Jambek, Sutan Gigi Ame, Djasminar Husein, Achmad Karim dan Muhammad Rasyid Manggis Radjo Panghoeloe. (Ylm)

Leave a Comment